Saturday, December 12, 2009

Kisah Penyembuhan Yang Menakjubkan dengan Water-only Fast

Pengalaman Henry Tanner, M.D. benar-benar mengesankan.
Pada tahun 1877, Dr. Tanner adalah seorang dokter berusia paruh baya yang disegani. Beliau tinggal di Duluth, Minnesota, AS. Telah lama ia menderita reumatisme selama bertahun-tahun dan telah berkonsultasi dengan tujuh teman seprofesinya, yang kesemuanya menganggap
kondisinya sebagai "tak ada harapan." Beliau juga menderita asma, yang secara kronis mengganggu tidurnya. Ia menghabiskan waktu jaganya dengan rasa sakit yang terus-menerus.

Di sekolah medis, Tanner telah diajari bahwa manusia dapat hidup cuma sepuluh hari tanpa makanan. Maka dengan pengetahuan ini ia menemukan ide. Ia memutuskan untuk melaparkan diri hingga mati. Sebagaimana yang ia nyatakan di kemudian hari, "Bagiku hidup dengan kondisi ini tidak ada harganya... dan aku menetapkan pikiranku untuk beristirahat dari penderitaan fisik dalam dekapan kematian." Demikianlah, ia me
lakukan puasa tidak makan apa-apa hanya minum air saja, menunggu datangnya sang pencabut nyawa. Namun, takdir malah mempunyai sebuah kejutan yang menyenangkan bagi Dr. Tanner... ;-)

Ternyata tindakan tidak mengkonsumsi apa-apa, kecuali minum air saja ini justru memberikan respons yang positif: Beliau justru mengalami pemulihan dengan cepat. Pada hari kelima, ia mulai bisa tidur dengan lebih nyaman. Pada hari kesebelas, ia melaporkan merasa "sama sehatnya dengan masa mudaku." (ia mengira bahwa kondisi tersebut adalah tanda-tanda mendekati kematian) Berharap penuh bahwa ini saatnya ia menjelang ajal, ia bertanya kepada seorang dokter sejawat, Dr. Moyer, untuk memeriksanya.

Tidak mengejutkan kalau Dr. Moyer takjub.
Seingat Tanner, Dr. Moyer saat itu berkata padanya, "Kamu seharusnya berada di ambang kematian, namun kamu kini justru kelihatan lebih baik daripada yang pernah kulihat sebelumnya." Maka, di bawah pengawasan dr. Moyer, Henry Tanner meneruskan tindakannya selama 31 hari, sebagai tambahan yang 11 hari. Jadi total 42 hari. Tindakan Tanner ini di kemudian hari populer dengan nama "water-only fast" (puasa air).

Ketika rekan-rekan dokter mendengar kisahnya, yang sensasional di media massa, mereka merespon dengan ketidakpercayaan dan kritikan keras. Walau secara luas dicaci sebagai seorang penipu, Tanner setidaknya orang yang tertawa paling akhir. Setelah berpuasa air, Tanner tidak lagi memiliki gejala-gejala asma, reumatisme, atau rasa sakit kronis sepanjang hidupnya hingga ia wafat pada usia sembilan puluh.

Sumber: djmjg01.wordpress.com

Catatan: Water-only fast merupakan metode yang cukup banyak diterapkan para pengobat komplementer di Amerika. Sayang sekali, di Indonesia kurang ngetop...

No comments: